Pages

 

Rabu, 18 Januari 2012

Ekonomi Semakin Membaik, Moody's Naikkan Peringkat Indonesia ke Investment Grade

0 comments

Sebulan sebulumnya pemeringkat ekonomi dunia Fitch Ratings menaikkan daya ekonomi Indonesia yaitu pada sektor long term foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+.

Kembali ekonomi Indonesia mencatat prestasi setelah pada hari ini. Rabu 18 Januari 2012, lembaga pemeringkat terkemuka dunia Moody’s mengumumkan dalam siaran pers-nya bahwa Indonesia telah berhasil meningkatkan rating ekonomi menjadi Investment grade.

Moody's adalah badan pemeringkat dunia yang menyediakan jasa analisa keuangan dan analisa atas lembaga usaha dan lembaga pemerintah
Lembaga tersebut  menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari Ba1 menjadi Baa3.  Dalam siaran pers-nya, Moody's mengatakan ada empat pendorong utama keputusan ini. Pertama, Moody's mengantisipasi kebijakan finansial akan sejalan dengan peringkat Baa.
Selengkapnya...

Jumat, 30 Desember 2011

Akhir 2011 IHSG Masih Perkasa dan Terbaik Nomor 2 Se Asia Pasifik

0 comments

Sepanjang tahun 2011 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan keperkasaannya di bursa Asia mau Global, pasalnya ketika Indeks saham di Negara lain mengalami pertumbuhan negatif IHSG berhasil tumbuh positif.  Walaupun IHSG kalah tumbuh dengan bursa saham Filipina yang di tutup positif sebesar 4,07 persen.

Sejak awal tahun hingga 29 Desember 2011, IHSG naik tipis 2,84 persen ke level 3.808,772 dari posisi penutupan akhir 2010 di level 3.703,512. IHSG dan SE milik Filipina menjadi dua saham yang indeksnya ditutup positif di kawasan Asia Pasifik

Selengkapnya...

Selasa, 27 September 2011

Gelar "Macan Ekonomi Dunia" Akan Hinggap ke Indonesia

0 comments

Dalam mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (26/9). Hatta Rajasa yang kini menjabat Menko Perekonomian Republik Indonesia melontarkan pendapat bahwa Indonesia akan menjadi Negara kuat di masa depan. Hal itu tidak terlepas dari berbagai kelebihan yang dimiliki Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang di penghujung emerging country untuk menuju ke negara maju. Oleh karenanya, kata Hatta, pemerintah sedang mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pembangunan. Dalam pembangunan infrastruktur, Indonesia dibagi menjadi enam koridor.

Dampak krisis global tidak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia menurut Hatta. Berbagai lembaga rating internasional, analis, dan media terkemuka di luar negeri sudah mengakui kelebihan yang dimiliki Indonesia, sehingga disebut sebagai macan ekonomi dunia. Majalah politik internasional, Foreign Policy, menyebut Indonesia sebagai negera demokrasi terkuat di dunia.
Selengkapnya...

Jumat, 24 Juni 2011

Yutaka Banno : SBY Pantas Pimpin Asia Tenggara

0 comments

Indonesia cukup dipandang penting dewasa ini, melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bergerak terus ke angka positif. secara tidak langsung sosok Presiden Republik Indonesia juga disorot dunia.  Masyarakat dunia menilai selama Indonesia dipimpim Susilo Bambang Yudhoyono ekonomi Indonesia menjadi yang diperhitungkan dikancah ekonomi global. bagaimana tidak ketika benyak negara tumbuh dengan angka negatif pada krisis global waktu lalu ekonomi Indonesia justru bertengger ke angka positif bersama China dan India di kawasan Asia. 

Inilah pandangan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Yutaka Banno terhadap SBY, di hadapan peserta pertukaran pemuda Jepang-Indonesia, Jumat (24/6/2011), mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pantas memimpin organisasi di tingkat Asia Tenggara.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beliau menjabat, rata-rata mencapai 5-6 persen per tahun. Ini amat baik. Kondisi politik pun cenderung stabil. Saya rasa, beliau pantas memimpin ASEAN," kata Banno di Gedung Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo, seperti dilaporkan wartawan Kompas.com, Neli Triana, dari Tokyo, Jumat malam.

Menurut Banno, nilai-nilai kehidupan di Indonesia dan Jepang memiliki banyak persamaan. Dengan landasan itu, kerja sama yang erat antara kedua negara dalam berbagai bidang bisa mendorong percepatan pembangunan, baik Indonesia maupun Jepang.
"Kerja sama bisa memacu kita maju bersama," kata Banno.

sumber : kompas.com (24/6/2011)
 
Selengkapnya...

Sabtu, 18 Juni 2011

Apresiasi Dunia Terhadap Peran Ekonomi Indonesia

0 comments

Artikel dari Media Indonesia ditulis oleh Andhi Susanto - pada tanggal Kamis, 16 Juni 2011 (Peran Indonesia dalam Isu Lingkungan Global)
 
PERAN aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional yang membahas masalah lingkungan kini mendapatkan berbagai pujian dari berbagai negara di dunia. Indonesia saat ini dipandang mampu menempatkan dirinya dalam usaha mengatasi problema lingkungan hidup yang menjadi persoalan dunia. Hal ini kemudian membuka peluang kerjasama di bidang yang lain, setelah Indonesia memiliki hubungan baik melalui kerjasama di bidang lingkungan dengan berbagai negara.

Seperti pandangan neofungsionalisme dalam hubungan internasional, bahwa kerjasama antar negara dapat dimulai dari hal-hal di luar politik yang kemudian bisa menjadi spill over fenomena ke bidang – bidang yang lain. Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan posisi pentingnya dalam isu lingkungan hidup kini menjadi concern banyak negara di dunia.

Indonesia sangat potensial mengangkat kepentingan nasionalnya dalam isu REDD misalnya. Saat ini negara kita telah menjalin inisiasi kerjasama antara negara maju dan negara berkembang dalam upaya menurunkan kadar emisi karbon yang disebabkan oleh deforestasi serta degradasi hutan yang dihadapi negara – negara berkembang. Indonesia berperan penting dalam upaya pembentukan platform kerjasama yang menjembatani kepentingan negara – negara utara dengan negara – negara selatan.

Apalagi kini Indonesia telah menjadi anggota dari G20 sehingga Indonesia semakin diperhitungkan dalam konstelasi perpolitikan global. Apalagi mengenai masalah lingkungan, hal ini menjadi concern Indonesia untuk melindungi kekayaan alam serta sumber daya hayati endemic Indonesia. Masalah lingkungan akan mengakibatkan rantai persoalan yang tidak ringan terhadap bidang – bidang kehidupan di Indonesia. Kerusakan hutan karena pembalakan hutan secara sembarangan akan menghancurkan ekosistem alam serta merusak pola irigasi lalu diikuti dengan bencana yang tidak sedikit jumlah kerugiannya misalkan banjir.

Selain isu lingkungan penting bagi kelangsungan hidup beraneka ragam sumber daya hayati di Indonesia, alasan ekonomi juga menjadi faktor yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Isu lingkungan hidup yang menyangkut perubahan iklim, penggunaan zat kimia berbahaya serta keaneka ragam biologi merupakan tiga hal yang utama di dalam kerjasama negara – negara maju dan berkembang.

Meskipun posisi Indonesia sangat dilematis dalam isu ini, karena di satu sisi Indonesia harus membela kepentingan nasionalnya bersamaan dengan negara – negara berkembang lainya vis a vis dengan kepentingan negara maju. Namun di sisi lain, Indonesia sebagai tuan rumah UNFCCC 2007 di Bali menuntut Indonesia sebagai tuan rumah penyelanggara konferensi ini agar menghasilkan keputusan yang optimal karena terkait dengan pencintraan Indonesia di mata dunia internasional.

Indonesia seperti telur diujung tanduk, namun sampai saat ini Indonesia mampu memanfaatkan semua peluang yang berasal dari kerja sama antara Indonesia dengan Norwegia meskipun dengan kondisi dalam negeri yang masih tertatih – tatih. Usaha Indonesia dalam memperjuangkan perbaikan dalam isu lingkungan hidup di dunia global perlu diberikan apresiasi yang tinggi.

Selengkapnya...

Rabu, 15 Juni 2011

Indonesia dan 5 Negara Lainnya Penyokong Ekonomi Dunia Hingga 2025

0 comments
Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia menunjukkan angka positif besar, ekonomi Asia menjadi acuan ekonomi global hingga beberapa tahun mendatang. Peranan ekonomi Asia di topang beberapa Negara yang menunjukkan kenaikkan ekonomi yang luar biasa, seperti China, India dan Indonesia. 


Indonesia, China, India dan beberapa Negara lainnya di Asia diprediksi akan mengambil alih peran ekonomi global yang di pegang negara barat dan  menjadi negara yang cukup diperhitungkan dalam pembahasan ekonomi dunia. Ini menandakan pusat perekonomian dunia diprediksi akan berpindah ke Asia dalam jangka waktu dekat.


Selain itu diprediksi ada enam negara yang akan menyokong separuh perekonomian global, lima diantaranya dari Asia, negara tersebut yaitu Indonesia, India, China, Korea Selatan dan Rusia. Dan Brasil satu-satunya dari Amerika Latin.


Lansiran vivanews (15/6/2011) : Bank Dunia menyatakan lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi global sebelum tahun 2025 akan didorong oleh enam negara yaitu Indonesia, Brasil, China, India, Korea Selatan, dan Rusia. Keenam negara ini akan mendorong negara-negara berpendapatan rendah melalui transaksi komersial dan finansial.

"Brasil, India, Indonesia, Cina, Korea, Rusia akan menyamai ranking China dan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi global," kata Chief Economist Bank Dunia, Mansoor Dailami, dalam acara peluncuran laporan Global Development Horizons 2011,  di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.


Laporan Bank Dunia yang dirilis pada 17 Mei 2011 di Washington DC itu menyebutkan bahwa sistem moneter internasional nantinya juga akan didominasi lebih dari satu mata uang.
Berdasarkan proyeksi Global Development Horizons 2011 - Multipolarity: The News Global Economy diketahui bahwa negara-negara berkembang akan mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,7 persen per tahun antara 2011 sampai 2025.

Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan negara-negara ekonomi maju yang  diproyeksikan hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen. Kendati begitu, negara-negara maju seperti di kawasan Euro, Jepang, Inggris Amerika tetap akan memainkan peran inti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Laporan Bank Dunia itu juga membahas mengenai keragaman negara-negara berkembang yang sangat berpotensi menjadi sentra-sentra pertumbuhan. Dicontohkan seperti China dan Korea Selatan yang sangat bergantung pada ekspor, Brasil dan Meksiko yang lebih fokus pada konsumsi domestik.


Perdagagangan internasional untuk negara-negara berkembang diperkirakan akan meningkat secara signifikan menjelang tahun 2025. Nilai impor Indonesia diperkirakan meningkat 1,5 kali lipat sebelum tahun 2025. Sementara nilai ekspor akan meningkat 2 kali lipat antara tahun 2010 dan 2025.
Selengkapnya...

Selasa, 14 Juni 2011

Inilah Pandangan Pascal Lemy Tentang Perekonomian Indonesia

0 comments
Seiring perkembangan zaman dan dunia teknologi yang mengglobal maka seiring itu pula suatu Negara harus menentukan kebijakan yang tepat untuk merubah ancaman globalisasi menjadi keuntungan globalisasi.  Globalisasi perkembangannya semakin membesar dengan memberikan banyak keuntungan dan juga ada ancaman bagi perekonomian.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang dianggap mampu mengendalikan perkembangan globalisasi yang luar biasa, Indonesia berhasil meningkatkan ekonomi Negara semenjak 7 tahun terakhir sehingga ekonomi Indonesia diperhitungan di ekonomi global. 

Berikut lansiran vivanews (14/6/2011) : Indonesia dalam era globalisasi ini, Menurut Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy, Indonesia mempunyai peran penting dalam prosesnya. Dia memberi contoh dalam sektor perdagangan, pola perdagangan yang saat ini telah bergeser dari pasar Amerika menjadi Asia, Brazil, bahkan Indonesia. Indonesia, kata dia, mempunyai daya saing dan diperhitungkan dalam perdagangan ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia dalam tujuh hingga sepuluh tahun lalu tidak dipandang dalam dunia global. "Namun saat ini Indonesia berada di first division. Indonesia menjadi penting dalam negosiasi dan ekonomi," katanya.

Persoalan muncul dari kebijakan politik suatu negara yang dalam jangka pendek, suatu pemerintahan dihadapkan pada persoalan domestik, namun dalam jangka panjang mereka dihadapkan pada campur tangan dunia global.

"Karena itu pemimpin suatu negara harus menyadari kepentingan nasional yang akan menjadi kepentingan global," katanya dalam kuliah memorial Panglaykim, di JCC, Jakarta, Selasa 14 Juni 2011. Panglaykim atau dikenal dengan Prof. Dr. Jusuf Pang Lay Kim atau J.E. Pangestu merupakan ekonom kawakan. Ahli moneter, marketing, dan manajemen ini merupakan ayah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.


Jadi yang harus dilakukan, kata Pascal, ialah melokalkan isu global. bukan sebaliknya. Menurut dia, melokalkan isu global bisa diartikan, penduduk mempunyai hak serta kebebasan berpendapat dalam sistim aturan dunia, bukan persoalan suatu negara dapat diatur oleh institusi dunia.


Vice Chairman National Economic Committee, M Chatib Basri, berpendapat beberapa faktor yang membuat Indonesia mempunyai nilai tawar dengan pihak dunia, antara lain pertumbuhan dan populasi yang tinggi, demografi negara, serta memiliki komoditas energi yang melimpah. "Dari skala ekonomi kita berada di 18 besar dunia," ucapnya.

Selengkapnya...

Senin, 13 Juni 2011

Kini Investor Dunia Mengincar Investasi Indonesia

0 comments
World Economic Forum 2011 yang diselenggarakan di Indonesia ternyata membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia kedepan, para investor berlomba-lomba untuk berinvestasi di dunia kewirausahaan Indonesia. Investor asing memandang Indonesia adalah Negara sangat potensial untuk berinvestasi dengan jumlah penduduk dan wilayah Indonesia yang begitu besar. 

Gita Wirjawan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan Forum Economic Forum on East Asia. Banyak perusahan di dunia menyampaikan minat investasinya terhadap indonesia. "Angka investasinya ratusan juta dolar. Saya mendapatkan komitmen kongkrit mengenai hal itu dari beberapa investor dan pengusaha global yang saya temui dalam forum ini," katanya kepada pers.
Ia menjelaskan Beberapa perusahaan itu diantaranya Nissan, Daihatsu, Tata Motor yang akan membangun pabrik otomotif di Indonesia. Perusahaan asal India, GMR juga akan menanamkan investasinya sekitar US$3-5 miliar. "Mereka sudah mengakuisisi beberapa perusahaan batubara di Indonesia" ujarnya.

GNR juga bernegosiasi dengan PLN dan Pemerintah Daerah. Perusahaan itu juga tertarik membangun bandara di Jakarta dan Jawa Barat. Perusahaan itu tak berencana mengekspor batu bara ke Indi.


Raksasa tambang India Essar juga akan menanamkan investasi sekitar US$5 miliar untuk membangun pembangkit listrik, pabrik baja dan rel kereta api.

"Ke depan miliaran dolar dan ini kongkrit" ujarnya.

Perusahaan Korea lainnya Lotte dan SK Group juga menyatakan minatnya berinvestasi. SK bekerjasama dengan Pertamina membangun
refinary dan petrochemical. Sementara perusahaan Hanwa melirik sektor asuransi dan mengakusisi sejumlah tambang batu bara di Indonesia. Perusahaan Korea itu berencana membangun pembangkit tenaga listrik. "Masing-masing mereka investasi US$3-5 miliar" tambah Gita.

Untuk perusahaan Amerika Serikat seperti perusahaan P&G dan GE bisa menambahkan investasi ratusan juta dolar untuk membangun pabrik. Diantaranya Unilever, yang akan meningkatkan tenaga kerja di atas 8-10 ribu dibanding saat ini 4 ribu tenaga kerja.


Perusahaan lainnya, Nestle telah membangun pabrik baru di Jawa Timur dengan nilai investasi US$150-200 juta. Sementara Nestle juga akan membangun pabrik baru di Jawa Barat, dan Jawa Timur senilai US$150-200 juta.


Sementara perusahaan Coca Cola juga akan menanamkan investasi sekitar US$500 juta. Namun menurut Gita, Coca Cola tak puas dengan investasi itu dan akan menanamkan investasinya 4-5 kali lipat dari target semula.


Managing Director Sinar Mas, Gandhi Sulistiyanto menambahkan perusahaan yang ikut serta dalam keanggotaan WEF diuntungkan, karena dapat memperluas jaringan bisnis dengan perusahaan lainnya. Selain itu ide dari perusahaan asing dapat menjadi inspirasi, dan membangun kerjasama dengan perusahaan lain.

Lansiran : vivanews.com
 
Selengkapnya...

Jumat, 10 Juni 2011

10 Perusahaan Tumbuh Tercepat di Asia, 3 Perusahaan dari Indonesia

0 comments

Ekonomi Indonesia tumbuh menjadi yang terpenting di kawasan Asia dengan kebijakan ekonomi yang tepat diterapkan pemerintah, bahkan Indonesia masuk dalam kelompok ekonomi  G20 sebagai negara ekonomi berpengaruh di Asia maupun dunia.  Seiring pertumbuhan ekonomi tersebut perusahaan-perusahaan Indonesia turut menyumbang jasanya dalam mengupgrade ekonomi Indonesia sekarang ini. tercatat beberapa perusahaan Indonesia masuk dalam 10 perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi di Asia.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari laman cnbc.com, Kamis, 9 Juni 2011 terdapat 15 perusahaan yang dianggap mengalami pertumbuhan paling cepat terlihat dari pertumbuhan rata-rata per tahun.

Untuk meyakinkan bahwa pencapaian ini bukan hal yang bersifat sementara, pendataan cnbc memuat data kinerja pertumbuhan rata-rata per tahun dari perusahaan tersebut selama lima tahun terakhir mulai dari 2005 hingga 2010.

Data cnbc ini juga membatasi daftar perusahaan hanya untuk korporasi yang mencatatkan saham di bursa dan menjadi benchmark dari pasar Asia-Pasifik. Selain itu, kapitalisasi pasar perusahaan ini dibatasi minimal US$50 juta untuk menjamin bahwa jumlah saham yang beredar benar-benar likuid.

Di antara 15 korporasi besar ini, terdapat tiga perusahaan Indonesia yang mampu masuk dalam daftar 10 besar perusahaan dengan pertumbuhan paling cepat.

Berikut ini daftar 10 perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di wilayah Asia:

10. Join In Holding (China)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 183 persen.
Bidang industri: real estate.

Join In Holding adalah perusahaan properti asal China yang berpusat di Huangshi, sebelah tenggara Provinsi Hubei.

Perusahaan yang berdiri pada 1990 ini, sebelum 2008 masih menggunakan nama Hubei Tianhua Holding Company. Join in Holding kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$485 juta (Rp4,36 triliun) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Shanghai.

Pada 2010, pendapatan perusahaan tercatat US$17,2 juta (Rp154,8 miliar) naik dari tahun sebelumnya sebesar US$12,4 juta (Rp111,6 miliar).

9. Young Fast Optoelectronics (Taiwan)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 188 persen.
Bidang industri: teknologi.

Young Fast Optoelectronic adalah perusahaan manufaktur terbesar Taiwan yang memproduksi panel sensor sentuh berukuran kecil dan sedang.

Perusahaan ini berdiri pada 1999 dan memiliki masing-masing satu pabrik di Taiwan dan Vietnam, serta dua pabrik di China. Young Fast memiliki kapitalisasi pasar US$934 juta (Rp8,41 triliun) dan memproduksi 12 juta sensor per bulan.

Young Fast yang mencatatkan saham di Taiwan Stock Exchange ini biasa menyuplai sensor sentuh dan modul sentuh untuk perusahaan telepon pintar HTC, dan dua perusahaan Korea Selatan yaitu Samsung dan LG.

8. Ancora Indonesia Resources (Indonesia)


Rata-rata pertumbuhan per tahun: 201 persen.
Bidang industri: sumber daya alam.

Ancora Indonesia Resources merupakan perusahaan pertambangan sumber daya alam yang fokus pada tambang logam, minyak, dan bahan tambang lainnya.

Perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia ini memiliki dua anak usaha yaitu MNK yang merupakan satu-satunya perusahaan di Tanah Air yang bergerak di bidang pertambangan amonium nitrat. Satu perusahaan lain adalah Bormindo yang terlibat dalam pengeboran minyak di darat.

Tahun ini, Ancora menargetkan perndapatan tumbuh 25 persen dengan kapitalisasi pasar mencapai US$66,9 juta (Rp602,1 miliar).

7. Paladin Energy (Australia)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 216 persen.
Bidang industri: sumber daya alam.

Paladin Energy adalah perusahaan tambang uranium terbesar kedua di Australia serta memiliki beberapa proyek di Australia, Afrika, dan Kanada.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$2,7 miliar (Rp24,3 triliun), perusahaan mencatatkan sahamnya di tiga bursa dunia sekaligus yaitu Australian Securities Exchange, Toronto Stock Exchange, dan Namibian Stock Exchange.
Seiring bencana alam yang melanda Jepang pada Maret lalu, pangsa pasar perusahaan tambang uranium termasuk Paladin turun karena kekhawatiran penundaan beberapa proyek pembangkit nuklir.

Paladin pernah mencatatkan rekor kenaikan produksi sebesar 47 persen dan 31 persen kenaikan penjualan pada sembilan bulan terakhir dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

6.Roc Oil (Australia)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 217 persen.
Bidang industri: sumber daya alam.

Roc Oil merupakan perusahaan minyak dan gas dengan kapitalisasi pasar mencapai US$284 juta (Rp2,56 triliun). Tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$235,4 juta (Rp2,11 triliun).

Perusahaan ini berdiri pada 1997 dan mencatatkan saham di bursa Australia pada 1999. Roc Oil selama ini bergerak pada kegiatan eksplorasi dan produksi minyak mentah dan gas alam. Sumur tambang yang dimiliki di antaranya berada di Australia, Inggris, Mauritania, Angola, China, dan Selandia Baru.

Roc Oil juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang dari  China, Petrochina, dan CNOOC, Petronas dari Malaysia, dan BUMN tambang nasional, Pertamina (Persero).

5. Matahari Department Store (Indonesia)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 230 persen.
Bidang industri: ritel.

Matahari Department Store merupakan perusahaan ritel tertua dan terbesar di Indonesia.

Didirikan pada 1958, perusahaan ini memiliki sebanyak 80 gerai department store, 39 hipermarket, 29 supermarket, 46 gerai obat dan kecantikan, dan lebih dari 90 pusat hiburan. Matahari Department Store saat ini menguasai pangsa pasar ritel Indonesia sebesar 25 persen.

Pada April 2010, perusahaan ekuitas privat, CVC Capital Partners mengakuisisi 90 persen saham Matahari Department Store di PT Matahari Putra Prima Tbk senilai US$839 juta (Rp7,55 triliun). Matahari yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kapitalisasi US$868 juta (Rp7,81 triliun).

4. Aquila Resources (Australia)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 308 persen.
Bidang industri: sumber daya alam.

Perusahaan tambang asal Australia ini memiliki tiga lini bisnis utama yaitu batu bara, bijih besi, dan bijih mangaan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$3,3 miliar (Rp29,7 triliun), perusahaan memiliki areal pertambangan di Australia, Afrika Selatan, Botswana, dan Indonesia.

Permintaan yang tinggi dari China membuat Aquila memperoleh pendapatan dari ekspor yang sangat besar. Australia selama ini menjadi pemasok terbesar untuk komoditas bijih besi China. Nilai perdagangan di antara dua negara itu diperkirakan mencapai US$83 miliar (Rp747 triliun) per tahun.

3. Truba Alam Manunggal Engineering (Indonesia)

Rata-rata pertumbuhan per tahun: 313 persen.
Bidang industri: Konstruksi dan energi.

Truba Alam Manunggal Engineerig merupakan kontraktor asal Indonesia yang terlibat dalam bidang energi, konstruksi, engineering, dan infrastruktur.

Perusahaan yang baru berdiri pada 2011 di Balikpapan, Kalimantan ini mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar mencapai US$125 juta (Rp1,12 triliun).

Sampai saat ini, anak usaha perusahaan, PT Truba Jaya Engineering telah mengantongi kontrak senilai US$115 juta (Rp1,03 triliun), melampuai target 2010 sebesar US$100 juta (Rp900 miliar).

2. Fortescue Metals (Australia).
Rata-rata pertumbuhan per tahun: 383 persen.
Bidang industri: sumber daya alam.

Fortescue Metal adalah perusahaan tambang bijih besi ketiga terbesar di Australia dengan kapitalisasi pasar mencapai US$21,2 miliar (Rp190,8 triliun).

Dibangun pada 2003, perusahaan mengekspor lebih dari 27 juta ton bijih besi ke China selama setahun beroperasi. Australia selama ini memang tercatat sebagai eksportir bijih besi terbesar di dunia dengan menguasai 38 persen pasar logam dunia.

Pada April, perusahaan mengumumkan rencananya untuk mencatatkan saham dual listing di Bursa Hong Kong sebelum akhir 2011. Saat ini, Forescue Metals sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Australia.

1. Heilongjiang InterChina Water (China)


Rata-rata pertumbuhan per tahun: 988 persen.
Bidang industri: pengelolaan air.

Heilongjiang InterChina Water adalah penyedia air minum yang melayani konsumen di Provinsi Shanxi, Qinghai, dan Beijing

Perusahaan saat ini tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Shanghai dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai US$854 juta (Rp7,69 triliun).

Pada 2007, InterChina Water mencapai kesepakatan dengan pemerintah Provinsi Beijing untuk membangun 103 fasilitas pengolahan air limbah di Provinsi Hunan.

Saat ini, InterChina Water tercatat memiliki price to earning ratio (PER) 100 kali, lebih tinggi dari PER Shanghai Composite sebesar 14,8 kali. Perusahaan mencatatkan laba bersih 2010 sebesar US$6,5 juta (Rp58,5 miliar) atau melonjak 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga meningkat dari US$13 juta (Rp117 miliar) menjadi US$23,5 juta (Rp211,5 miliar) pada tahun lalu.
Selengkapnya...

Kamis, 09 Juni 2011

Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Melebihi Yang Diperkirakan 6,6 Persen pada 2012

0 comments
Ekonomi Indonesia berpotensi  tumbuh lebih tinggi daripada yang telah diperkirakan jika kendala-kendala ekonomi yang dihadapi saat ini dapat dicarikan jalan keluarnya.

Dilansir Antara News (9/6/2011) :  Bank Indonesia menilai dukungan infrastruktur yang cukup dan memadai, baik itu transportasi maupun non transportasi, seperti akses jalan, pelabuhan maupun ketersediaan energi bagi usaha.  kami berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 dapat lebih tinggi dari kisaran 6,1-6,6 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

Menurutnya, perekonomian Indonesia ke depan diprakirakan terus membaik berkat dorongan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga, dengan pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada pada kisaran 6,0-6,5 persen pada 2011 dan meningkat sebesar 6,1-6,6 persen pada 2012.


Membaiknya perekonomian Indonesia juga akan diikuti oleh sumber pertumbuhan yang semakin berimbang didukung investasi dan konsumsi rumah tangga yang meningkat serta masih solidnya kinerja ekspor seiring dengan masih kuatnya pertumbuhan di negara-negara mitra dagang, terutama kawasan Asia.


Selain itu, peran pengeluaran Pemerintah diperkirakan meningkat didorong kuatnya permintaan domestik dan tingginya pertumbuhan ekspor yang akan mendorong impor barang dan jasa tumbuh tinggi.


Sejalan dengan perkembangan investasi yang membaik selama 2011, pada 2012 peran investasi dalam penambahan kapasitas perekonomian, terutama melalui PMA, diperkirakan meningkat sejalan dengan masih kuatnya permintaan, baik domestik maupun eksternal.


Optimisme membaiknya kinerja investasi tersebut juga didukung oleh membaiknya sovereign credit rating Indonesia. Ekspor diperkirakan masih akan menunjukkan kinerja  menggembirakan dan tumbuh solid sejalan dengan perekonomian global yang semakin baik.
Selengkapnya...

Cadangan Devisa Indonesia Kini Tembus US$118,1 Miliar

0 comments
Perekanomian Indonesia menampakkan kenaikan dari sector cadangan devisa nasional, tercatat cadangan devisa Indonesia tumbuh hingga US$118,1 Miliar atau setara dengan 6,9 bulan impor dan pembayaran hutang luar negeri pemerintah. 


Angka tersebut naik US$4,3 miliar dalam sebulan disbanding akhir bulan April yang tercatat US$113,8 miliar. Kanaikan tersebut difaktori tingginya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia. Dan akhirnya mendorong surplus transaksi modal dan financial yang lebih tinggi dari triwulan I-tahun 2011 dan dapat mengimbangi penurunan surplus transaksi berjalan.

Menurut BI yang dilansir vivanews :  Menguatnya kegiatan ekonomi domestik dan eksternal mendorong kenaikan impor terutama migas untuk memenuhi konsumsi bahan bakar minyak dalam negeri.

"Dari sisi transaksi modal dan finansial, persepsi positif investor terhadap fundamental perekonomian Indonesia di tengah menariknya imbal hasil, mendorong tingginya penanaman modal asing langsung (FDI) serta aliran investasi portofolio," ujar Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Benny Siswanto, di Jakarta, Kamis, 9 Juni 2011.


Sementara itu, dari sisi nilai tukar, tren apresiasi rupiah masih berlanjut, meski pada tingkat lebih terbatas sejalan berlanjutnya aliran modal asing. Pada Mei 2011, nilai tukar rupiah menguat 0,33 persen
poin to point di level Rp8.536 per dolar AS dengan volatilitas yang tetap terjaga. Tren apresiasi nilai tukar rupiah sejalan dengan upaya BI untuk meredam inflasi khususnya imported inflation dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

BI memandang penguatan rupiah yang sejalan dengan tren apresiasi mata uang di kawasan Asia sejauh ini tidak memberikan tekanan pada kinerja ekspor, seperti terlihat pada kuatnya pertumbuhan ekspor sejalan masih tingginya harga komoditas internasional dan permintaan luar negeri.
Selengkapnya...

Rabu, 08 Juni 2011

Indonesia Tuan Rumah Forum Ekonomi Dunia

0 comments

JAKARTA - Lansiran Vivanews.com (8/6//2011) : Indonesia menjadi tuan rumah World Economic Forum on East Asia (WEFEA) ke-20 yang akan berlangsung di Jakarta, 12-13 Juni 2011. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengusung tema Responding to New Globalization.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan acara ini akan dihadiri 600 partisipan yang terdiri atas akademisi, chief executive officer (CEO) perusahaan besar, para pemimpin negara, menteri, dan pejabat kementerian dari berbagai negara.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang baik dan menjadi tujuan investasi dunia, acara ini sebagai momentum untuk memanfaatkan investasi dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat internasional.

"Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang baik, dan mendapat apresiasi tinggi dalam perekonomian," kata Hatta di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa 8 Juni 2011.

Hatta menjelaskan, dalam acara ini akan dibahas mengenai ketahanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur, perubahan iklim, konektivitas, penanggulangan bencana dan dampak bencana alam terhadap perekonomian khususnya yang terjadi di Jepang.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, dalam topik besar ini terdapat empat sub tema, antara lain Asia leadership, global risk, sustainable and green growth, dan
regional competiveness in global economy.

Director and Head of Asia of the World Economic Forum
, Sushant Palakurthi Rao mengatakan, tranformasi luar biasa dalam perekonomian dan politik Indonesia merupakan cerminan positif pertumbuhan dan perkembangan kawasan selama lebih dari dua dekade terakhir.
Namun demikian, kondisi ini memiliki tantangan baru seperti tekanan inflasi, kelangkaan sumber daya, dan degradasi lingkungan yang meningkat.

"Sehubungan dengan hal tersebut, pertemuan tahun ini akan difokuskan pada bagaimana para pemimpin di kawasan Asia Timur bekerja sama dalam mengatasi permasalahan dan menjamin kelangsungan pertumbuhan di masa mendatang," kata Sushant.

Selengkapnya...

Daya Saing Indonesia Tumbuh Luar Biasa

0 comments

Jakarta - Lansiran Kompas.com (8/7/2011) : Laporan Daya Saing 2011 hasil penilaian World Economic Forum atau WEF khusus tentang Indonesia diluncurkan di Jakarta untuk pertama kali, menjelang pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Asia Timur ke-20, pada 12-13 Juni 2011. Laporan ini mengacu pada temuan Indeks Daya Saing Global atau GCI 2010-2011. 

"Peringkat Indonesia telah meningkat dengan luar biasa seperti dikutip dalam laporan. Namun, kami menyadari kebutuhan untuk terus meningkatkan daya saing Indonesia. Pemerintah memprioritaskan mengatasi tantangan itu, terutama hambatan infrastruktur. Kami juga menyadari kebutuhan untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan terus meningkatkan kesehatan, pendidikan dan pelatihan pekerja, " ujar Mari Elka Pangestu , Menteri Perdagangan Indonesia di Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan ke-44 di antara 139 negara di dunia dalam peringkat GCI. Sejak tahun 2005, WEF menilai daya saing atas dasar 12 kategori. Indonesia dilaporkan ada pada peringkat ke 10 pada semua negara anggota G- 20.   

Kecuali dengan China, daya saing Indonesia sekarang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara BRICs. Indonesia mendahului India, Afrika Selatan, Brasil dan Rusia serta berada di posisi tengah di ASEAN. Indonesia masih jauh di belakang Singapura dan Malaysia, namun jauh di depan Filipina dan Kamboja, dan setara dengan Thailand dan Vietnam.

Beberapa kekuatan Indonesia adalah pertumbuhan yang cepat dan manajemen fiskal yang sehat telah menempatkan negara ini pada pijakan fiskal yang kuat. Selain itu, pendidikan dasar dapat d iakses hampir semua dengan peningkatan baru-baru ini dalam kualitas. 

Upaya yang sekarang harus dilakukan adalah fokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi. Faktor-faktor penting dalam tahun-tahun mendatang adalah efisiensi pasar, yang sekarang sudah didorong oleh rezim pajak yang kompetitif dan persaingan yang ketat. B irokrasi dan hambatan perdagangan belum ada perkembangan. 

Keunggulan Indonesia lain adalah ukuran pasar yang besar. Sebagai salah satu dari 20 ekonomi terbesar dunia, Indonesia menawarkan kelas menengah yang luas dan berkembang. Salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia adalah dengan lebih mengintegrasikan ASEAN.

Infrastruktur merupakan salah satu kelemahan yang paling mencolok. Pelabuhan, jalan dan rel kereta api berada dalam kondisi menyedihkan. Pasokan listrik sangat langka. Penyerapan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatas di kalangan bisnis, serta dalam populasi tertentu.
Selengkapnya...

Senin, 06 Juni 2011

Peringkat Perdagangan Indonesia Terus Naik

0 comments
JAKARTA -  Lansiran Kompas.Com (6/6/2011) - Posisi Indonesia di pasar Amerika Serikat, Rusia, Turki, dan Brasil terus naik. Tahun 2010, posisi Indonesia di empat negara itu masing-masing di peringkat 24, 35, 26, dan 27.   

Pada tahun 2009, peringkat Indonesia di empat negara masih di posisi 25, 41, 31, dan 29. Dalam waktu setahun peringkat Indonesia naik luar biasa," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Senin (6/6).

Menurut dia, produk karet serta tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan pendorong peningkatan posisi Indonesia di pasar Amerika. Negara tersebut menjadi importir terbesar di dunia dengan pangsa 12,7 persen dari total impor dunia. Impor utama Amerika dari Indonesia antara lain karet dan barang rajutan.

Di pasar Rusia, ekspor minyak sawit dan mesin listrik Indonesia naik tajam. Di pasar Turki, Indonesia banyak mengekspor karet, sementara di Brasil lebih banyak produk karet dan minyak sawit.

Selengkapnya...

Kalahkan AS, RI Negara Terbaik untuk Memulai Usaha

0 comments

JAKARTA - Lansiran Kompas.com (6/6/2011).  Indonesia menjadi negara terbaik menurut para pengusaha dalam memulai usaha, hal itu berdasarkan hasil survei GlobeScan bekerja sama dengan Program on International Policy Attitudes di University of Maryland untuk BBC Extreme World Series. BBC Extreme World Series adalah sebuah acara yang meliput perbedaan-perbedaan dalam pelaksanaan berbagai aspek pembangunan di seluruh dunia.

"Hasil survei ini merupakan berita yang menggembirakan sekaligus mengejutkan karena hasil survei tersebut menempatkan Amerika Serikat, Kanada, India, dan Australia berada di bawah Indonesia," sebut Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indra Darmawan dalam rilisnya.

Menurut Indra, sebagai negara yang menghargai inovasi dan kreativitas, skor Indonesia mencapai 85 persen, atau di atas Amerika dan China (75 persen) ataupun India (67 persen) dan Brazil (54 persen).


Meskipun begitu, para responden di Indonesia (69 persen), China (76 persen), Filipina (76 persen), dan India (72 persen) menyatakan, masih terdapat kendala dalam memulai usaha. Angka ini di atas rata-rata global 67 persen.


Survei dilakukan terhadap 24.000 responden yang tersebar di 24 negara antara lain Australia, Brazil, Kanada, China, Mesir, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Rusia, Spanyol, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.


Responden ditanyakan empat pertanyaan, yakni apakah inovasi dalam berbisnis dihargai; apakah sulit untuk memulai usaha; apakah upaya para pebisnis yang memulai berusaha dihargai; serta apakah mudah melaksanakan ide-ide yang inovatif dalam hal berbisnis.


Adapun jawaban para responden yang dihitung secara indeks rata-rata dengan skala 1 sampai 4 menunjukkan, Indonesia berada di urutan nomor satu dengan indeks 2,81. Angka tersebut di atas rata-rata global 2,49. "Hasil survei tersebut mencerminkan persepsi di masyarakat kita bahwa iklim investasi Indonesia kini semakin kondusif. Kita harapkan semakin banyak masyarakat kita yang menjadi enterpreneur,” tegas Indra.


Selengkapnya...

Rabu, 25 Mei 2011

Indonesia Peringkat 17 Ekonomi Dunia, Diproyeksi Peringkat 1 Tahun 2025

0 comments

Akhir-akhir ini ekonomi Indonesia terasa lebih sedikit kokoh, Tahun lalu Indonesia masuk dalam 3 besar negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif pasca krisis global yang menyebabkan kekacauan ekonomi yang luar biasa bagi hampir seluruh negara di dunia. Pemerintah berharap Indonesia masuk ke dalam kategori negara berpenghasilan tinggi pada 2025 dengan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki khususnya ekonomi.

Keterangan tertulis Kementerian Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu menyebutkan, saat ini Indonesia menduduki peringkat 17 ekonomi dunia, dengan pendapatan per kapita sekitar 3.000 dolar AS pada 2010.

Jika sesuai rencana pemerintah, maka Indonesia sudah masuk ke dalam negara kategori "high income country" pada 2025.

Indonesia memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan utama (driver) ekonomi Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang berubah dari "factor driven economy" menuju "efficiency driven economy".

Namun potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan dunia tidak serta merta bisa terwujud. Terdapat tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas SDM masih rendah, urbanisasi, dan dampak perubahan iklim.

Karena itu diperlukan sebuah perencanaan matang untuk memanfaatkan momentum bergabung ke dalam negara-negara emerging market.

Pemerintah kemudian menyusun cetak biru percepatan transformasi ekonomi yang perlu didukung oleh berbagai terobosan dan perubahan pola pikir di dalam perumusan strategi dan kebijakan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, tidak cukup hanya langkah biasa.

Perencanaan tersebut diwujudkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) yang mencakup 22 aktivitas ekonomi utama Indonesia dan merupakan adaptasi serta integrasi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2002-2025.

Presiden Yudhoyono akan meluncurkan MP3EI pada Jumat (27/5) di Balai Sidang Jakarta Convention Center. Setelah peluncuran, akan dibentuk Tim Pelaksana yang dipimpin Presiden dengan keanggotaan dari berbagai unsur.

Peluncuran MP3EI akan diwarnai dengan dimulainya proyek-proyek yang pencanangannya dipusatkan di empat lokasi yaitu Sei Mangke (Sumatera Utara), Cilegon ( Jawa Barat), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika (Papua).

Pada acara peluncuran MP3EI, Presiden Yudhoyono direncanakan akan mengadakan dialog jarak jauh dengan para gubernur di keempat lokasi dimaksud.

sumber : antaranews



Selengkapnya...